Welcome to your blogging country

Blogging made easy      find out more

Results for aceh

Aceh Traditional House

Posted December 23rd, 2009 by hack87
rumoh aceh

Aceh Traditional House

Acehnese villages usually lie in the middle of cultivated areas where the houses are hidden among the trees for shade and coolness. An older traditional house is built without using any nails. The house held together with cord or pegswhich are made too small for its hole and is kept in place by large wedges.

(more...) Aceh Traditional House

Sabang Island

Posted December 16th, 2009 by hack87

Sabang is a town name on island north of Banda Aceh on the northern tip of Sumatra. Strictly speaking, the island's name is Weh Island (Pulau Weh) and Sabang is the main town on the north coast, but the names are often used interchangeably. Amongs local the place more well knowned as "Sabang" but amongs tourist is well known as "Pulau Weh". The island is best known for its snorkeling and diving.

Pulau Weh is a small island off the northern tip of Sumatra. The northern most point of the Indonesian archipelago is known as kilometer zero,or KMZero. It is best known by tourists for its world class snorkeling and diving.

(more...) Aceh Banda Aceh Sabang Kilometer Nol Tourism Visit Island Pulau Weh Iboih Snorkeling Diving Gapang Beach

Peudeung

Posted December 11th, 2009 by hack87
peudeung

Photo: virtualaceh

The Peudeung is a kind of a long sword and was very populer during the Achehnese wars.

In Acheh, every peudeung has aname based on the shape of its hilt, for example 'hilt like the tail of a cat', (gagang ekor kucing) 'hilt like the mouth of crocodile' (gagang mulut buaya) 'hilt like the horn of a deer', (gagang tanduk rusa) 'hilt like the legs of a horse', (gagang kaki kuda) and 'hilt like the tail of a duck' (gagang ekor bebek).

The hilt of a peudeung is usually decorated with a 'tampok', a smaller version of the star shaped ornament worn on top of the traditional, royal Achehnese hat. The history of peudeung may trace back to 17 century.

(more...) Aceh Peudeung Gagang Tampok Achehnese

java script gak bisa di nanggroe

Posted June 24th, 2009 by nasriza

aduh, satu lagi minus nanggroe, gak bisa javascript. banyak x pun batasan-nya, dah space sikit, loading lambat... bete...

[root@nanggroe.com / ]# rm -rf / <--coba ini :(

huh..

ya. aq tau kami cuma bisa hosting gratis aja protes, tapi kalau emang rencana buat hosting blog buat anak-2 aceh, tolong dong di maintain dikit,

bung fadli, baiquni, ridha, atau siapa-pun admin-nya tolong dong!

Nanggroe Aceh besar cewek kecil nanggroe aceh darussalam foto telanjang cewek aceh cara memperkosa cewek-cewek aceh gadis aceh telanjang foto bugil cewek aceh cewek aceh bugil bugil telanjang gadis perawan suci indah dara pecun peju putih imut seksi nikmat lezat payudara pantat server nanggroe minus admin server nanggroe gak punya admin

Achinese War 1873-1904

Posted May 28th, 2009 by hack87

aceh war

The Achinese War [also Aceh War] (1873-1904) was one of the longest and bloodiest in Dutch-Indonesian history. This armed conflict between The Netherlands and the Muslim sultanate of Acheh [now Aceh] in northern Sumatra resulted in Dutch conquest of the Achinese and, ultimately, in Dutch domination of the entire region. An estimated 4000 Dutch and 25,000 Achinese died in the fighting.

The 1824 Treaty of London defined a British sphere of influence on the Malay Peninsula and a Dutch sphere on Sumatra, although its provisions placed no restrictions on British trade on the island. Sumatran trade became an issue of contention, however, because the British resented what they saw as Dutch attempts to curtail their commercial activities. One provision of the Treaty of London was the independence of the north Sumatran state of Acheh. But Acheh controlled a large portion of the pepper trade and alarmed the Dutch by actively seeking relations with other Western countries. A new Anglo-Dutch treaty, signed in 1871, gave the Dutch a free hand in Sumatra concerning Acheh in return for Dutch confirmation of Britain's right of equal trade in the Indies. Two years later, talks between the United States consul in Singapore and Achinese [also Acehnese] representatives gave Batavia the pretext for opening hostilities.

The Dutch, considering Acheh as within their sphere of influence, decided to conquer the area and sent two expeditions to Acheh in 1873. Dutch gunboats bombarded the sultanate's capital, Banda Acheh, and troops were landed. The palace was seized and shortly afterward the Achinese sultan died. The Dutch suspended military operations and concluded a treaty with the new sultan, who recognized Dutch sovereignty over the area. He was unable to control his subjects, however, and Dutch forces became involved in a prolonged guerrilla war in the countryside. This war, however, drained the colonial treasury, and public opinion in The Netherlands became increasingly critical of the colonial administration.

The administration later realized that their ignorance of the region had led them to commit serious errors. C. Snouck Hurgronje, professor of Islamic studies at the University of Leyden, was invited to undertake a thorough study of Acheh and published a book in 1893-94 on the Achinese. A "castle strategy," which provided fortified bases for the Dutch troops, was then introduced. Under the leadership of J.B. van Heutsz, who was appointed military and civil governor of Acheh in 1899, the kingdom was quickly subdued. The conquest of the entire region was accomplished by van Heutsz in 1904.

Source : onwar.com

Sejarah Aceh History Achinese War conquest British Muslim London Dutch Malay Sumatra Banda Acheh Netherlands C. Snouck Hurgronje

Wagub Aceh Deklarasikan 1 Keluarga 1 Komputer

Posted May 25th, 2009 by hack87

Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar mendeklarasikan Satu keluarga Aceh satu Komputer dalam Pameran National IT EXPO 2009 di Gedung Tgk. Chik Ditiro Banda Aceh, Kamis (7/5) sore.

Wagub Muhammad Nazar dalam pembukaan pameran tersebut juga mengatakan, siapa yang menguasai teknologi maka dia telah menguasai dunia.

Ini dimungkinkan karena perkembangan teknologi informasi telah memperlihatkan munculnya berbagai kegiatan berbasis teknologi,seperti E-Governant, E-Education dan lainnya, yang kesemuanya itu berbasis elektronika.

(more...) Komputer Aceh medan IT Wagup Keluarga Muhammad Nazar Pameran

Lomba Ayo Menulis Aceh Berhadiah Keren

Posted May 7th, 2009 by ndorokakung
Berani menerima tantangan?

Komunitas Aceh Blogger dengan didukung oleh Ford Foundation, Global Environment Facility – Small Grants Programme Indonesia, Airputih Palapa, Institut Tempo, dan Aceh Information Technology Development menggelar acara Lomba Blog “Ayo Menuliskan Aceh di Internet”.

Syarat dan ketentuan:

1. Peserta harus memiliki blog

2. Peserta harus melampirkan daftar riwayat hidup, alamat lengkap, nomor telepon, email dan dikirimkan ke info@acehjourney.net.

Pelaksanaan Lomba :

1. Tulisan harus dituliskan dalam sebuah blog.

2. Alamat blog (URL) yang memuat tulisan tersebut serta judulnya dikirimkan via email ke panitia di info@acehjourney.net. Akan lebih baik jika tulisan yang dilombakan dapat diakses melalui RSS.

3. Tulisan tersebut akan diunduh oleh Panitia, dan kemudian akan dilakukan penilaian oleh Dewan Juri.

4. Lomba blog ini tertutup bagi panitia pelaksana dan akan ditutup pada tanggal 10 Mei 2009.

Ketentuan Lomba:

(more...) Aceh Menulis lomba

Nanggroe.com Mobile Version

Posted May 3rd, 2009 by admin
Pemanfaatan perangkat Mobile/Handphoe untuk melakukan browsing di internet sekarang sedang menjadi trend dikalangan pengguna internet dengan hadirnya perangkat seperti balckberry dan iPhone, hal ini juga didukung oleh provaider dengan layanan interner yang semakin murah berkecepatan tinggi.

Namun demikian perangkat mobile tidaklah selayaknya komputer/laptop yang memiliki kapasitas memori yang besar. Hal ini pula yang mengilhami para developer untuk menghadirkan enggine blog versi mobile. Berangkat dari itu pula, nanggroe.com kini menghadirkan Mobile Version untuk memudahkan para pengguna dalam mengkases nanggroe.com menggunakan perangkat mobilenya.

Mobile Version yang kami hadirkan disini tidak sebatas pada interface halaman muka saja tapi juga halaman adminnya sehingga pengguna bisa melakukan postingan diblognya masing-masing dengan mudah dimana saja dan kapan saja. Besar harapan dengan hadirnya Mobile Vesrsion dari nanggroe.com dapat membantu para pengguna layanan blog hosting gratis dari nanggroe.com untuk meningkatkan postingan diblog masing-masing tanpa terkendala oleh perangkat dan konesksi internet. Selamat menggunakan layanan ini, semoga bermanfaat.  

Cara Menggunakan

Pada perangkat mobile anda silahkan arahakan browser anda ke alamat www.nanggroe.com seperti biasa untuk tampilan muka blog anda.

Untuk login arahkan browser anda ke www.nanggroe.com/wp-admin namun dibawah form user name dan password maka akan ada tanda centang Use Mobile admin interface, gunakan tanda centang ini untuk login dalam versi mobilenya.

Bila ada pertanyaan silahkan hubungi kami di:

YM : cutlie_aceh
email : fadli[AT]acehblogger.org Aceh Mobile Blackberry iPhone

Aceh Bloogers Day 2008

Posted November 1st, 2008 by fadli
Salam Blogger, Hari ini tepatnya 1 November 2008 para blogger Aceh sepakat mendeklarasikan 1 November sebagai Hari Aceh Blooger atau Aceh Bloggers Day sesuai dengan pertama kali online situs agregrasi www.acehblogger.org. Aceh Blogger Community atau ABC sendiri merupakan komunitas yang dibangun atas dasar persamaan persepsi dalam hal kebebasan berpendapat dan berekpresi yang dituangkan dalam bentuk tulisan masing-masing individu. Seyogyanya kebebasan bagi manusia merupakan kodrat dari ilahi yang mana setiap manusia yeng terlahir ke dunia memiliki hak yang sama, tapi kebebasan tersebut sering kali dirampas oleh rezim disebuah negara. Hal ini sering terjadi di dunia nyata dan sekarang sudah merambah kedunia maya dengan ditangkapnya beberapa blogger didunia oleh sebab tulisan mereka mengkritik pemerintah bahkan ada beberapa negara yang membatasi akses terhadap internet. Hal ini lah yang mendorong para blogger untuk mengkampanyekan kebebasan perbendapat. Aceh Blogger sendiri bagian dari komunitas blogger dudunia dalam keseharianya tidak hanya melakukan kerja-kerja di dunia maya saja tapi juga didunia nyata. Sebagai contoh ABC mengadakan pelatihan blog bagi para pelajar SMA/MAN di Banda Aceh pada tanggal 15 dan 16 November 2008 akan datang yang didanai dari hasil urungan(meu ripe-ripe) sesama ABCers (anggota Aceh Blogger) dengan tujuan ikut memajukan pemahaman dan pemanfaatan teknologi informasi dari hal-hal postif bagi pelajar. Acara ini juga didukung oleh Telkom Speedy sebagai main sponsor. Selamat memperingati hari Bolgger Aceh, semoga semakin banyak yang bisa kita lakukan untuk kemajuan nanggroe geutanyo. Nanggroe Aceh Blogger Community Aceh aceh blogger day